Islam sangat menganjurkan umatnya untuk bekerja. Dan bekerja mestilah dilakukan dengan niat semata-mata karena Allah untuk mendapat kebahagian hidup berupa rezeki di dunia, disamping tidak melupakan kehidupan hari akhirat. Kerana itu dalam Islam hendaklah menjadikan kerja sebagai ibadah bagi keberkatan rezeki yang diperolehnya, lebih-lebih lagi sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan di akhirat yang kekal abadi. Sebagaimana dalam Firman Allah dalam Surah Al - Qasas Ayat 77 ;
Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Dalam bekerja, islam tentunya menganjurkan kita bekerja dengan sebaik-baiknya tentunya dengan memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan dalam bekerja.
Istilah kesehatan, dan keselamatan saling terkait erat,istilah yang lebih luas dan yang lebih tersamar adalah istilah kesehatan yang merujuk pada kondisi fisik, mental dan stabilitas emosi secara umum. Individu yang sehat adalah yang bebas dari penyakit, cedera serta maslah mental dan emosi yang biasa mengganggu aktifitas manusia normal umumnya. Ini sejalan dengan pengertian kesehatan oleh pakar-pakar islam. Majelis Ulama Indonesia (MUI), misalnya, dalam Musyawarah Nasional Ulama tahun 1983 merumuskan kesehatan sebagai "ketahanan jasmaniah, rohaniah, dan sosial yang dimiliki manusia, sebagai karunia Allah yang wajib disyukuri dengan mengamalkan (tuntunan-Nya), dan memelihara serta mengembangkannya."
Dalam konteks kesehatan fisik, misalnya ditemukan sabda Nabi Muhammad saw: "Sesungguhnya badanmu mempunyai hak atas dirimu."
Demikian Nabi saw menegur beberapa sahabatnya yang bermaksud melampaui batas beribadah, sehingga kebutuhan jasmaniahnya terabaikan dan kesehatannya terganggu.
Pembicaraan literatur keagamaan tentang kesehatan fisik, dimulai dengan meletakkan prinsip: "Pencegahan lebih baik daripada pengobatan." Karena itu dalam konteks kesehatan ditemukan sekian banyak petunjuk Kitab Suci dan Sunah Nabi saw yang pada dasarnya mengarah pada upaya pencegahan.
Sesuai dengan Jurnal di atas, penerapan K3 di suatu perusahaan tentunya untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja, selain itu dengan adanya K3 perusahaan mampu bersaing di pasar global yang pastinya meningkatkan keuntungan perusahaan itu sendiri.
Namun dalam pelaksanaannya, sering kali terdapat hambatan pada penerapan K3 dan ergonomis seperti Manajemen perusahaan memberikan prioritas rendah dan paling belakang pada program K3 dan ergonomi dalam program kerja perusahaan, program K3 dan ergonomi lebih banyak program kuratif dibandingkan program preventif dan promotif. dalam istilah kesehatan “pencegahan lebih baik daripada pengobatan”. Istilah ini bukannya dibuat tanpa sebab, kita tahu, sehat itu mahal harganya bahkan tak ternilai harganya,. Jika kita sakit, pasti mengeluarkan biaya pengobatan yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Selain itu jika sakit tentu produktivitas kerja karyawan akan terhenti dan akan berdampak pula pada perusahaan, kurangnya pengetahuan mengenai K3 dan ergonomi dari pihak manajemen maupun karyawan selanjutnya pengawasan dan sangsi yang lemah dari pemerintah dimanfaatkaan manajemen sehingga kurang memperhatikan penerapan K3 dan ergonomi.
Adanya K3 dan ergonomi dalam perusahaan bertujuan untuk menciptakan kesehatan dan mencegah terjadinya penaykit akibat kerja dan kecelakaan kerja.
firman Allah dalam Surah Al Baqarah ayat 195 berbunyi ;
artinya : “Dan infakkanlah (hartamu) dijalan Allah dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”.
Dalam penggalan ayat di atas, kita dianjurkan bekerja dengan sungguh-sungguh dan maksimal, namun kita tidak boleh mengabaikan kesehatn dan keselamatan dalam bekerja. Allah swt sesungguhnya tidak menghendaki adanya kerusakan dimuka bumi ini. Segala sesuatunya yang diciptakan Allah swt diberikan kepada manusia untuk dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dan manusia sebagai mahluk yang diberi akal dan kemampuan dari semua mahluk hidup ciptaanNya diberi peringatan untuk tidak melakukan kerusakan dengan perbuatannya (perilakunya tidak aman) dimana dengan berperilaku tidak aman tersebut akan menciptakan kondisi yang dapat membahayakan dirinya sendiri maupun terhadap orang lain dan juga terhadap kelangsungan hidup ciptaanNya yang lain (lingkungan hidup).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar